Home / Iptek / Kampus Politeknik Akan Hadir di Majene

Kampus Politeknik Akan Hadir di Majene

Balitbang, Majene – Sebagai ikon kota pendidikan di Sulbar, kurang lengkap rasanya jika Kabupaten Majene tidak dilengkapi sarana kampus dan fakuktas bervariasi.

Untuk itu Pemkab Majene menjejaki peluang adanya sejumlah kampus dan fakultas kejuruan berada di Majene.

Dari hasil penjajakan, maka t

erealisasi dalam bentuk Penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara Pemkab Majene dengan Politeknik Negeri Ujung Pandang dalam rangka Perintisan Politeknik Negeri di Majene di Kampus Politeknik Unhas Tammalanrea, Selasa (9/4/2019) siang hingga sore hari tadi.

Bupati Majene Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, dibutuhkan inovasi dan pengembangan dibidang pendidikan, utamanya membentuk sekolah-sekolah unggulan atau sekolah model dan institut atau perguruan tinggi.

“Salah satunya adalah kerja sama dengan Politeknik yang kita lakukan saat ini. Tujuan kita yaitu menciptakan tenaga kerja khususnya di Kabupaten Majene dan Provinsi Sulbar pada umumnya,” ucap Fahmi Massiara.

Setelah terbentuknya Provinsi Sulbar katanya, maka Majene ditetapkan sebagai pusat pelayanan pendidikan, sehingga ada beberap perguruan tinggi negeri berdiri di Majene.

“Terkait dengan hal itu, ma

ka sangat dibutuhkan sebuah perguruan tinggi yang bisa langsung mencetak pemuda siap pakai untuk bekerja,” kata Fahmi.

Mendukung dari perwujudan keinginan tersebut, lanjutnya pemerintah Majene berinisiatif untuk membentuk Tim perumus yang diketuai Oleh Prof. Dr. Gufran sebagai Ketua Dewan Riset Daerah Majene, maka disusunlah draft kesepakatannya.

“Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Politeknik Negeri Ujang Pandang beserta segenap civitas akademik, serta dewan riset derah dan segenap OPD yang hadir dalam kegiatan serta panitia yang telah memfasilitasi kegiatan ini,” pungkas Fahmi Massiara.

Sementara itu pada kesempatan sama, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang – Ir Muhammad Anshar, M.Si, P.hd mengatakan, bupati Majene tepat sekali merencanakan Politeknik Negeri untuk daerahnya, karena itulah tumpuan harapan kedepan demi menyiapkan tenaga siap pakai.

Politeknik Ujung Pandang kata dia, mulai ada pada tahun 1987 – 1997 bernama Politeknik Unhas. Setelah 1998 berubah menjadi Politeknik Negeri Ujung Pandang.

“Disini tersedia 6 ju

rusan yaitu, teknik mesin, sipil, elektro, kimia, industri, akuntansi dan administrasi, terdiri dari 25 program studi,” urai Muhammad Anshar.

Ia akui bahwa bupati Majene adalah seorang lulusan S3 atau doktor, sehingga dia yakin kalau Politeknik akan sangat berkembang di Majene.

“Pada tahap awal, sangat dibutuhkan dukungan dan fasilitas dari Pemda, karena ada beberap daerah yang di buka Politeknik, namun akhirnya ditutup, lantaran tidak ada kepedulian dari Pemda setempat,” aku Anshar.

Lebih jauh kata dia, penggemar yang masuk ke Politeknik Negeri diseluruh Indonesia, trendnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Kami juga sudah ada kerjasama dengan PT PLN, Pelindo, Pertamina dan beberapa BUMN lainnya, dimana mahasiswa yang kuliah disini dan sudah mempunyai sertifikat kompetensi dan sertifikat pendamping, maka mereka semua siap ditampung di beberap BUMN Indonesia,” kata Anshar.

Untuk mengawali rencana kerja sama sebut Anshar, keduanya bisa membuka khusus kelas Pemda Majene, untuk mempersiapkan SDM pengelolah Politeknik Negeri nantinya di Majene.

Ia berharap agar kerja sama yang sudah dirintis akan segera terwujud.

About balitbangmajene

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Forum Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah (FGD)

Badan penelitian pengembangan (Balitbang) Kabupaten Majene menggelar forum penelitian, pengembangan dan inovasi ...