Admin . Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulawesi Barat mengusulkan Kabupaten Majene menjadi pusat pengembangan tanaman holtikultura.

“Kabupaten Majene memiliki sejumlah tanaman unggulan yang memiliki ciri khas tertentu. Selain itu posisi Majene sangat strategis, yakni berada di pertengahan jalur transportasi laut antara pelabuhan di Polewali Mandar dan pelabuhan di Mamuju,” kata Kepala Balitbangda Sulawesi Barat Jamil Barambangi, Jumat.

“Selama ini, kita selalu mendatangkan dari Malino dan Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Kalau kita jual ke Pulau Kalimantan saja, tidak usah sampai ke Pulau Jawa, akan bisa meningkatkan perekonomian daerah termasuk para petani,” tambahnya.

Kabupaten Majene lanjut Jamil Barambangi, juga memiliki tanaman holtikultura yang terancam punah.

“Dari hasil survei Balitbang Sulbar bersama lembaga lainnya ‘Lasse Bambang’ (langsat) hanya tersisa satu pohon dengan kondisi tiga tahun terkahir tidak berbuah,” katanya.

“Untuk itu perlu pengembangan dan penelitian dilaboratorium dengan sitem genetika, karena pohon yang saat ini berdiri sudah tidak mungkin menghasilkan. Masa kita mau biarkan punah, ini kan ciri khas Majene dan Sulbar, kemungkinan akan dicangkok diambil benih dan kembangkan,” terang Jamil Barambangi.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, pengembangan holtikutura di daerah itu merupakan bagian dari revolusi hijau, diantaranya pengembangan perkebunanan dan kehutanan.

Bupati menyampaikan bahwa selain pengembangan bawang merah dan jenis sayuran, pada tahun depan, Direktorat Holtikultura akan memberikan bantuan lima hektar untuk bawang putih.

“Hal itu menjadi masukan pengembangan tiga jenis bawang putih dan kami akan lihat spesies mana yang cocok di daerah ini,” terang Fahmi Massiara.